Rp35.000 OFF untuk member Scentpoints|Gratis Ongkir s/d Rp50.000
✦ When Scent Speaks Thousand

The Lakescent Universe

Lakescent Universe adalah dunia cerita di balik setiap parfum Lakescent, tempat setiap aroma menjadi satu chapter kecil yang membawa rasa, suasana, dan ingatan ke kulitmu.

Di dunia ini, angin selalu menjadi penghubung.

Ia membawa kisah dari satu scent ke scent berikutnya, seolah setiap aroma punya pesan yang harus sampai ke tempatnya.

Season 1

Fruitopia

Dari dapur yang hangat, kebun anggur yang mulai hidup, hutan jeruk yang memanggil, sampai gerbang tropis dan lembutnya Arcadia, Fruitopia adalah awal dari sebuah perjalanan.

Sweet Elixir
Chapter 1 · Fruitopia

Sweet Elixir

Kue raspberry hangat yang menjadi awal dari segalanya.

Sweet Elixir lahir dari dapur kecil, raspberry matang, dan senandung yang lembut. Aromanya terasa manis, hangat, dan penuh keberanian kecil, seperti awal baru yang datang tanpa terburu-buru.

Baca cerita lengkap

Lady sorceress berjalan di taman rahasianya dengan tenang, seperti sedang memanjatkan doa yang hanya ia sendiri pahami. Di antara daun dan cahaya, ia menemukan raspberry yang matang sempurna. Buah itu begitu merah, begitu lembut, sampai sari manisnya menempel di ujung jari.

Ia membawa raspberry itu pulang ke cottage, lalu mulai membuat kue seperti yang selalu ia lakukan saat hari terasa perlu dilembutkan. Tidak banyak ukuran pasti. Ia lebih percaya pada ingatan, rasa, dan senandung kecil yang membuat tangannya tetap yakin.

Saat adonan masuk ke oven, ruangan perlahan berubah. Aroma raspberry, butter, dan gula naik memenuhi dapur, lalu keluar melalui jendela yang terbuka. Angin mengangkatnya melewati taman, jalan kecil, ladang, dan kehidupan yang belum tahu bahwa sesuatu sedang dimulai.

Ketika kuenya matang, ia menyisihkan dua potong. Satu untuk taman, satu untuk siapa pun yang hari itu membutuhkan sedikit keberanian. Jauh dari sana, kebun anggur mulai terbangun, dan di dekat hutan jeruk, seorang anak laki-laki menoleh tanpa tahu alasannya.

NotesRaspberry · Sugar · Butter · Cake · Warm Sweetness

ManisLembutBerani
Discover Sweet Elixir
Kidnappin Dreams
Chapter 2 · Fruitopia

Kidnappin Dreams

Tiga sahabat, satu botol kecil, dan mimpi yang akhirnya berani pergi.

Di tengah kebun anggur, Max, Leo, dan Sam menyimpan mimpi mereka dalam sebuah botol kecil. Bukan untuk menahannya, tetapi agar mimpi itu tidak hilang sebelum sempat mereka kejar.

Baca cerita lengkap

Di sebuah desa yang dikelilingi kebun anggur, hiduplah Max, Leo, dan Sam. Mereka mengenal setiap baris tanaman seperti mengenal lagu yang sudah lama mereka hafal. Max ingin menjadi wine taster yang hebat. Leo ingin memahami tanaman dengan sepenuh hati. Sam ingin membuat wine yang menyimpan rasa terbaik.

Suatu sore, mereka duduk di antara anggur yang matang. Angin lewat membawa sisa aroma manis dari tempat yang jauh, hampir seperti kue yang baru keluar dari oven. Mereka tertawa, karena ada hari ketika dunia terasa seperti sedang memberi tanda.

Max mengangkat botol kecil, menghancurkan sebutir anggur ke dalamnya, lalu berkata, “Let’s kidnap our dreams so they don’t escape.” Awalnya terdengar seperti candaan. Namun setelah kalimat itu keluar, mereka tahu bahwa sesuatu di antara mereka sudah berubah.

Malam itu, mereka meninggalkan catatan untuk orang yang akan mencari mereka. Lalu mereka berjalan dari ujung kebun anggur menuju jalan yang belum mereka kenal. Udara membawa aroma anggur, tanah, dan sedikit manis berry. Angin menuntun mereka maju, menuju nama yang saat itu masih terdengar seperti bisikan: Seraphina.

NotesGrape · Vineyard Earth · Berry Sweetness · Dusk Air

UnguBeraniBermimpi
Discover Kidnappin Dreams
Someday Will Rise
Chapter 3 · Fruitopia

Someday Will Rise

Aroma jeruk, asap tipis, dan keberanian yang lahir di tengah api.

Di hutan jeruk yang terbakar, Wil menemukan makhluk kecil yang terjebak. Ia tidak punya banyak waktu untuk berpikir. Ia hanya tahu bahwa ada sesuatu yang harus diselamatkan.

Baca cerita lengkap

Wil tinggal di dekat hutan jeruk yang selalu membuat pagi terasa lebih terang. Bahkan saat langit mendung, tempat itu tetap menyimpan cahaya. Sampai suatu hari, asap hitam naik dari balik pepohonan dan membawa suara tangis kecil yang menembus riuh api.

Wil berlari tanpa rasa takut. Di bawah dahan yang terbakar, ia melihat makhluk ajaib kecil terperangkap. Matanya berkilau seperti embun di daun, sementara sayapnya yang lembut tampak terluka.

Ia mendorong dahan itu dengan seluruh tenaga. Abu menyengat, kayu terasa panas, dan untuk beberapa saat dunia hanya berisi berat, panas, dan tekad. Lalu dahan itu bergeser. Makhluk kecil itu bebas dan terbang rendah ke tepi sungai.

Sebelum pergi, makhluk itu menatap Wil dengan tenang, lalu meletakkan sebutir benih tembaga yang hangat di telapak tangannya. Tanpa banyak bicara, Wil mengerti maksudnya: simpan ini untuk hari ketika kamu mulai ragu. Ia pulang dengan aroma asap dan orange peel menempel di tubuhnya, membawa rahasia kecil yang suatu saat akan kembali berarti.

NotesOrange Peel · Smoke · River Air · Copper Warmth

JerukBeraniBangkit
Discover Someday Will Rise
Tropicey
Chapter 4 · Fruitopia

Tropicey

Satu sentuhan pada pohon nanas, lalu dunia membuka jalannya.

Tropicey menemukan sebuah clearing yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Di tengahnya berdiri pohon nanas yang terasa hangat, seolah sudah lama menunggu telapak tangan yang tepat.

Baca cerita lengkap

Tropicey mengenal hutannya dengan sangat baik. Karena itu, ketika ia menemukan clearing baru di tengah pepohonan, rasanya seperti ada halaman asing yang tiba-tiba muncul di buku lama yang sudah sering ia baca. Di tengahnya berdiri sebuah pohon nanas, tenang, hangat, dan seperti sedang berbisik.

Rasa penasaran membuatnya melangkah lebih dekat. Ia menyentuh batang pohon itu. Kulitnya berpola dan terasa hangat di telapak tangan. Sesaat kemudian, tanah di bawah kakinya menjadi diam, lalu berubah.

Ia kini berdiri di sebuah gua yang terbuka ke dunia lain. Warnanya lebih hidup, udaranya terasa seperti buah matang, bunga, dan sedikit rempah-rempah. Makhluk-makhluk kecil menatapnya tanpa takut. Seekor fairy berputar sekali, lalu hinggap di bahunya seringan napas.

Fairy itu berkata bahwa Tropicey memang sudah dinantikan. Bersamanya, Tropicey menyeberangi cahaya di atas air yang beraroma nectar. Di sana, ia belajar bahwa wangi bisa menjadi peta, dan peta bisa menjadi undangan. Saat tiba waktunya pulang, fairy memberinya potongan kompas berwarna emas dan berbisik, “Follow what’s kind.” Maka Tropicey mulai berjalan ke arah yang ditunjukkan.

NotesPineapple · Nectar · Tropical Flowers · Soft Spice

TropisCerahPenasaran
Discover Tropicey
Arcadia
Chapter 5 · Fruitopia

Arcadia

Tempat lembut yang membuat langkah tidak lagi terburu-buru.

Arcadia menyambut dengan tenang. Pear, rose, dan udara powdery yang lembut membuat semuanya terasa pelan, seperti tempat pulang yang tidak perlu banyak bicara.

Baca cerita lengkap

Arcadia menerima Lily dengan cara yang tenang. Tidak ada yang berusaha terlihat megah. Air mancur berdenting pelan, jalan setapak memucat seperti awan, dan buah-buah menggantung di dahan dengan damai.

Udara di sana menyimpan aroma pear seperti seseorang menyimpan rahasia baik. Jelas, lembut, dan tidak memaksa. Lily berjalan pelan, lalu tempat itu mengikuti ritmenya. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa perlu memahami semuanya sekaligus.

Di dekat kolam, bayangan fairy melintas di permukaan air. Dari balik pagar tanaman, seekor anak rubah mengintip dengan mata kecil yang terang. Lily berlutut, membuka telapak tangannya, dan merasa Arcadia menahannya dengan lembut.

Saat Lily pulang, angin mengangkat aroma pear dan rose dari Arcadia. Wangi itu berjalan lebih jauh daripada langkahnya hari itu, melewati kebun dan jalan kecil, sampai ke sebuah kastil di tepi laut. Di sana, seorang gadis yang rapuh tersenyum tanpa tahu alasannya.

NotesPear · Rose · Powdery Air · Soft Fruit · Gentle Breeze

LembutTenangPulang
Discover Arcadia
Coming Soon
Season 2

Twilight Garden

Dari Arcadia, angin membawa aroma pear dan rose menuju laut. Di sana, sebuah tempat persembunyian, hutan yang menyimpan rahasia, dan taman yang menunggu mulai menerima kisahnya.

Chapter 1
Secret Scape

Janji dari angin laut, dan surat perpisahan yang ingin dikenang dengan bahagia.

Aurora tinggal di kastil yang dikelilingi hutan rimbun dan laut berkilau. Dari tempat persembunyiannya, ia menulis pelan, ditemani rose, gardenia, strawberry, dan pear yang datang bersama angin. Bukan untuk menghapus sedih, tetapi untuk menjaga kebahagiaan tetap hidup dalam ingatan.

NotesRose · Gardenia · Strawberry · Pear · Sea Breeze

Lembut · Laut · Kenangan
Coming Soon
Chapter 2
Nightshade

Hutan yang terasa mengundang, lalu meminta sesuatu sebagai gantinya.

Leo, yang dulu berangkat dari kebun anggur bersama mimpinya, kini menjadi murid Seraphina. Ia mengikuti jejak apple dan moss menuju danau yang terasa menahan napas. Di sana, jasmine muncul sebagai note terakhir, sementara malam perlahan menutup di sekelilingnya.

NotesApple · Moss · Leather · Jasmine · Night Air

Gelap · Hijau · Rahasia
Coming Soon
Chapter 3
Twilight Reverie

Wangi hangat yang tidak menghapus sedih, hanya membuatnya lebih ringan dibawa.

Di taman miliknya, Seraphina menyalakan lampu dan mulai bekerja. Bergamot, mandarin, apple, rose, vanilla, caramel, dan satu note dari malam dipertemukan dengan hati-hati. Hasilnya terasa hangat, lembut, dan pelan-pelan mengingatkan bahwa kebahagiaan masih bisa diraih.

NotesBergamot · Mandarin · Apple · Rose · Vanilla

Hangat · Senja · Lembut
Coming Soon
Chapter 4
Little Leaf

Dua sahabat mengabadikan memori agar kebaikan bisa pergi lebih jauh.

Di antara ladang hijau dan bunga teh, Lily berjalan bersama rubah kecil bernama Tam. Mereka mengumpulkan daun, kelopak bunga, dan udara pagi yang masih dingin. Setiap vial tidak mengurung tempat itu, melainkan menerjemahkannya menjadi pesan yang bisa sampai ke seseorang.

NotesGreen Tea · Tea Blossom · Morning Air · Soft Sun

Hijau · Ringan · Baik
Coming Soon
Chapter 5
Memoire

Hujan, taman tersembunyi, dan pesan yang akhirnya sampai.

Elara masuk ke taman tersembunyi dengan bunga di tangan dan hati yang berat. Di sana, hujan, rose, vanilla, wet wood, pear, dan jejak strawberry menemaninya duduk. Sebuah botol kecil menunggu di dekat bangku, membawa ladang hijau yang datang tepat pada waktunya.

NotesRain · Rose · Vanilla · Wet Wood · Green Tea

Hujan · Lembut · Pulang
Coming Soon

Setiap wangi punya pintu masuknya sendiri. Ada yang manis seperti awal baru, ada yang hangat seperti keberanian, ada yang lembut seperti tempat pulang.

Mulai dari Fruitopia, temukan chapter yang paling terasa seperti ceritamu. Atau ikuti scent quiz dan biarkan angin memilihkan arah.

Angin masih punya lebih banyak cerita untuk dibawa.

Also available on
Chat WhatsApp